Harga Daging Ayam di Pasar Tetap Stabil Meski Ada MBG

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:46:09 WIB
Harga Daging Ayam di Pasar Tetap Stabil Meski Ada MBG

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah tidak berkontribusi pada kenaikan harga daging ayam ras di pasar. 

Penegasan ini disampaikan oleh Budi di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta pada Rabu, menanggapi kekhawatiran yang muncul terkait fluktuasi harga ayam. Menurutnya, program tersebut justru berperan dalam menciptakan kestabilan harga karena memberikan kepastian permintaan.

Budi menjelaskan bahwa melalui MBG, produksi daging ayam menjadi lebih terukur. Dengan adanya kepastian tentang permintaan dari program ini, para produsen dapat merencanakan produksi dengan lebih baik, sehingga harga cenderung stabil. Hal ini berbeda dengan situasi sebelumnya, ketika harga ayam sering dipengaruhi oleh fluktuasi permintaan pasar yang tidak menentu.

MBG Menjamin Kepastian Permintaan untuk Produksi yang Lebih Stabil

Dalam pernyataannya, Budi menyampaikan bahwa sebelumnya fluktuasi harga ayam lebih banyak dipengaruhi oleh ketidakpastian permintaan pasar. Ketika permintaan pasar naik dan turun tanpa pola yang jelas, produksi pun ikut disesuaikan, yang pada gilirannya memicu gejolak harga. 

“Kalau dulu harga naik-turun karena permintaannya naik-turun. Permintaan naik turun, harga menjadi naik-turun,” ujar Budi.

Namun, dengan adanya program MBG, pola permintaan menjadi lebih terstruktur. Budi menyebut bahwa ketika permintaan cenderung naik, produksi bisa menyesuaikan dengan angka yang lebih stabil dan terukur, sehingga harga ayam tidak mudah berfluktuasi.

 "Justru sekarang ketika permintaan itu grafiknya begini (naik), ada kepastian. Justru produksi itu ngikutin ya, linear gitu, ngikutin permintaan sehingga harga malah cenderung stabil," tambahnya.

Program ini, menurut Mendag, membawa dampak positif bagi stabilitas harga. Harga daging ayam yang sebelumnya seringkali mengalami lonjakan harga mendadak kini bisa lebih terjaga. 

Dengan adanya kepastian permintaan, produsen ayam pun bisa merencanakan produksi mereka dengan lebih tepat, tanpa perlu khawatir akan adanya ketidakteraturan permintaan pasar.

Pentingnya Pemantauan Harga Menjelang Hari Besar Keagamaan

Budi juga menekankan pentingnya pemantauan yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah secara aktif memonitor pasokan dan harga komoditas pangan utama agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. 

"Kami pastikan pemantauan harga dan pasokan tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas, terutama menjelang HBKN Ramadan dan Idulfitri," kata Budi.

Melalui upaya ini, pemerintah berharap dapat memastikan bahwa pasokan pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat, terutama saat permintaan meningkat signifikan pada periode tertentu. Dengan menjaga kestabilan harga, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Kerjasama dengan Pelaku Usaha untuk Peningkatan Produksi

Mendag Budi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pelaku usaha, termasuk UMKM dan produsen ayam, untuk membahas dampak program MBG terhadap sektor produksi. 

Hasil diskusi tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha merasa terbantu dengan kepastian permintaan yang datang dari program tersebut. Dengan adanya MBG, para produsen bisa lebih konsisten dalam meningkatkan produksi mereka tanpa khawatir permintaan pasar akan turun secara tiba-tiba.

"Pelaku usaha, termasuk UMKM, mengatakan bahwa kepastian permintaan dari program MBG justru membantu mereka meningkatkan produksi secara konsisten," ujar Budi. 

Hal ini mencerminkan bahwa MBG tidak hanya membawa manfaat bagi konsumsi masyarakat, tetapi juga berperan positif dalam mendorong sektor produksi pangan untuk berkembang lebih baik.

Harga Ayam Ras Tetap Stabil di Pasar

Berdasarkan data terbaru dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang diperbarui pada 13 Februari 2026, harga daging ayam ras di pasar tercatat sebesar Rp40.259 per kilogram, sementara telur ayam ras tercatat Rp30.570 per kilogram. 

Harga untuk komoditas lainnya juga tercatat stabil, seperti harga Minyakita yang berada di Rp16.020 per liter dan cabai rawit yang diperdagangkan seharga Rp73.609 per kilogram.

Budi menekankan bahwa meskipun ada program MBG, tidak ada lonjakan harga yang signifikan dalam komoditas-komoditas tersebut. "Apakah terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG? Kan nggak ada, semua harga kan bagus juga," jelas Budi. 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program MBG tidak berdampak negatif terhadap harga pangan, dan justru berperan dalam menjaga kestabilan harga ayam ras di pasar.

Terkini